Kalkulator Desimal ke Pecahan

Kalkulator desimal terbatas ke pecahan

Ubah desimal akhir (seperti 0,25, 0,375, atau 0,8) menjadi pecahan dalam bentuk paling sederhana. Pahami langkah-langkah dan matematika di baliknya.

Kapan pecahan menghasilkan desimal berhingga?

Sederhanakan pecahan terlebih dahulu. Desimalnya berhingga jika penyebut positif hanya memiliki faktor prima 2 dan 5. Bagi dengan 2 dan 5 selama masih bisa: jika tersisa 1, desimal berhingga; jika tidak, desimal berulang.

  • 7/40 → 40 = 2³ × 5 → 0.175
  • 3/6 = 1/2 → 2 = 2¹ → 0.5
  • 1/12 → 12 = 2² × 3 → 0.08333…

Jumlah tempat desimal adalah pangkat terbesar dari 2 atau 5 pada penyebut yang disederhanakan. Hilangkan faktor persekutuan dahulu: 3/6 menjadi 1/2 dan berhingga, meskipun 6 memiliki faktor 3.

Representasi Visual

0%
Pecahan dari Keseluruhan
Garis Bilangan
0
00.250.50.751
Batang Pecahan
0% terisi

Apa itu Desimal Pengakhiran?

Desimal terbatas adalah angka desimal yang memiliki jumlah digit terbatas (misalnya, 0,25, 0,5, 0,875). Ini berbeda dengan desimal berulang yang berlanjut tanpa henti dengan pola berulang (misalnya, 0,333...).

Mengonversi Desimal Berakhir

  1. Hitung jumlah tempat desimal dalam desimal terbatas Anda (sebut saja n).
  2. Tulis angka (tanpa titik desimal) sebagai pembilang.
  3. Tulis 10n (misalnya 10, 100, 1000) sebagai penyebut.
  4. Cari faktor persekutuan terbesar (FPB) dari pembilang dan penyebut.
  5. Sederhanakan pecahan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan FPB.

Contoh: 0,375

0.375 = 375/10³ = 375/1000
4. FPB(375, 1000) = 125
(375 ÷ 125)/(1000 ÷ 125) = 3/8

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pertanyaan umum tentang desimal terbatas (berakhir)

01 Apa perbedaan antara desimal berhingga dan berulang?

Desimal terminasi berhenti total setelah sejumlah angka desimal tertentu (seperti 0,75). Desimal berulang berlangsung selamanya dengan pola berulang (seperti 0,333...).

02 Apa yang dimaksud dengan metode nilai tempat?

Metode nilai tempat melibatkan penghitungan jumlah digit setelah koma dan menempatkan angka di atas 10 yang dipangkatkan (10, 100, 1000, dst.).

03 Mengapa kita menggunakan pangkat 10 pada penyebutnya?

Karena sistem bilangan kita berbasis 10. Setiap nilai tempat setelah koma mewakili pecahan dengan penyebut pangkat 10 (sepersepuluh, seperseratus, seperseribu).

04 Bagaimana cara menyederhanakan pecahan?

Temukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) (PBB) dari pembilang dan penyebutnya, lalu bagi kedua bilangan tersebut untuk mendapatkan pecahan dalam bentuk paling sederhana.

05 Bisakah semua desimal yang berakhiran ditulis sebagai pecahan?

Ya, semua desimal yang berakhir adalah bilangan rasional dan oleh karena itu dapat ditulis persis sebagai pecahan dari dua bilangan bulat.

|